Penyakit Gagal Ginjal Akut

Penyakit gagal ginjal akut merupakan salah satu penurunan d ari fungsi ginjal yang turun dengan cept yang akhirnya menyebabkan azotemia yang bisa berkembang dengan cepat. Fungsi ginjal yang mengalami penurunan dengan cepat ini biasanya membutuhkan suatu diagnosa dini yang sangat akurat. Hal ini dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti dari penyakit gagal ginjal akutnya dan mengenai suatu pengenalan proses dari reversible dan juga pemberian terapi gagal ginjal yang tepat.

Penyakit gagal ginjal akut merupakan salah satu yang normal yang biasanya terjadi pada 5% pasien yang dirawat inap dan juga sebanyak 30% dari pasien yang dirawat diunit perawatan yang intensif. Gagal ginjal akut ini berbeda dengan gagal ginjal kronik karena biasanya pada mereka penderita gagal ginjal akut, fungsi ginjalnya  sebelumnya normal dan bisa pulih kembali.

Dalam mengobati penyakit gagal ginjal akut, harus berhat-hati, teratur dan juga sabar karena seringkali keadaan pasien kemudian memburuk karena dari pengobatan yang dilakukan secara berleihan. Biasanya pada mereka yang menderita masalah gagal ginjal akut yang sangat parah memerlukan cuci darah atau dyalisis, yang mempunyai suatu mortalitas yang tinggi yang bisa melebihi nilai dari 50/5. Nilai ini biasanya akan menjadi sangat tinggi jika disertai juga dengan suatu kegagalan yang terjadi pada banyak organ. Dan walaupun adanya suatu perbaikan yang sifatnya nyata pada terapi penunjang angka mertalitas belum bisa berkurang karena pada saat usia pasiennya mengalami lansia dan pasien tersebut juga menderita penyakit kronik yang lainnya.

Penyebab dari penyakit gagal ginjal ini bisa disebabkan karena tiga hal, yakni :

  • Penyebab pre-renal yang disebabkan karena hipolovmia, penurunan dari curah jantung yang terjadi pada gagal jantung kongestif, infark miokardium, temponade jantung dan emboli paru, vasodilatasi, dan peningkatan resistensi pembuluh darah ginjal.
  • Penyebab renal kelainan yang terjadi karena pembuluh darah ginjal, penyakit glomerulus, nekrosis tubulus akut, d penyakit interstisial.
  • Penyebab post-renal karena sumbatan dari ureter yang terjadi, dan juga karena sumbatan uretra.
Posted in Gagal Ginjal Akut, Penyebab Gagal Ginjal Akut | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gagal Ginjal Akut dan Kronis

Gagal ginjal adalah kasus penurunan fungsi ginjal yang terjadi secara akut (kambuhan) maupun kronis (menahun). Dikatakan gagal ginjal akut (acute renal failure) bila penurunan fungsi ginjal berlangsung secara tiba-tiba, tetapi kemudian dapat kembali normal setelah penyebabnya segera dapat diatasi. Sedangkan gagal ginjal kronis gejalanya muncul secara bertahap biasanya tidak menimbulkan gejala awal yang jelas, sehingga penurunan fungsi ginjal tersebut sering tidak dirasakan, tahu-tahu sudah pada tahap parah yang sulit diobati.

ginjal-2

Gagal ginjal kronis sama dengan hipertensi, penyakit ikutan yang saling berkaitan termasuk silent killer yaitu penyakit mematikan yang tidak menunjukkan gejala peringatan sebelumnya, sebagaimana umumnya yang terjadi pada penyakit berbahaya lainnya.

Penyebab awalnya bisa dari hal yang sepele, misalnya dehidrasi (kurang minum) yang membuat tubuh rawan kena infeksi saluran kemih dan kemudian dapat berkembang menjadi infeksi ginjal. Wanita, karena kontruksi alat kelaminnya yang “terbuka” adalah kelompok yang rawan kena infeksi saluran kemih yang dalam istilah kedokteran dikenal sebagai sistitis.

Di Amerika serikat, misalnya, tercata sekitar 21% wanita setiap tahun diserang infeksi saluran kemih. Dari jumlah itu, sekitar 2 sampai 4 persen wanita tersebut mengalami infeksi yang terus-menerus dan harus ke dokter untuk mengatasi masalah infeksi saluran kemih. Walaupun infeksi saluran kemih ini diterapi dengan antibiotika, namun ada yang berkembang menjadi infeksi ginjal dengan konsekuensi yang serius.

Gagal ginjal bisa juga terjadi sebagai akibat penyakit ginjal turunan. Namun, menurut salah satu dokter spesialis ginjal, dahulu penderita gagal ginjal tahap kronis disebabkan oleh rasang ginjal menahun, sekarang sudah bergeser penyebabnya ke komplikasi penyakit metabolik dan penyakit degeneratif.

Oleh karena itu, yang perlu lebih diwaspadai adalah penyebab degeneratif tersebut yaitu diabetes dan gangguan pada pembuluh darah (hipertensi, serangan jantung dan stroke) yang berujung pada gagal ginjal. Hal ini dipicu oleh perubahan gaya hidup yang kurang bergerak, pola makan tinggi lemak dan karbohidrat dan lingkungan sekitar yang tidak baik.

Bila seseorang terkena hipertensi berkemungkinan besar ginjalnya akan terganggu dan sebaliknya gagal ginjal akan memperparah hipertensi yang nantinya berpengaruh pula pada kesehatan jantung. “Mengingat hubungan hipertensi dan ginjal sangat erat, maka jagalah kesehatan ginjal sebaik mungkin. Jangan sampai mengalami gagal ginjal. Namun, kesehatan jantung juga harus dijaga dengan baik, karena seluruh organ dalam tubuh saling berkaitan dan harus selalu dijaga dengan baik.

Indonesia termasuk negara dengan tingkat penderita gagal ginjal yang cukup tinggi. Menurut data dari Perneftri (Persatuan Nefrologi Indonesia) diperkirakan ada 70 ribu penderita ginjal di Indonesia, namun yang terdeteksi menderita gagal ginjal kronis tahap terminal dari mereka yang menjalani cuci darah hanya sekitar 4 ribu sampai 5 ribu saja.

“Saat ini, dari jumlah penderita ginjal yang mencapai 4.500 orang itu, banyak penderita yang meninggal dunia akibat tidak mampu berobat dan cuci darah yang biayanya sangat mahal.

Oleh karenanya, waspadai selalu penyakit gagal ginjal akut maupun kronis. Karena gagal ginjal tergolong jenis penyakit dengan gejala yang kurang jelas, khususnya pada stadium awal. Gagal ginjal bisa menyerang semua golongan umur, pria maupun wanita dan tidak memandang tingkatan ekonomi. Perlu pila diingat, angka gagal ginjal kronik pada anak yang cukup tinggi akibat kelainan bawaan, radang ginjal menahun, penyakit multisistem (lupus eritematosus, hemolitic urmic syndrome) dan penyakit berbahaya lainnya (penyakit neuromuskuler dan tumor ginjal).

Posted in Gagal Ginjal Akut, Penyebab Gagal Ginjal Akut | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gagal Ginjal Akut Dan Kronik

Gagal ginjal adalah akibat gagalnya ginjal membuang metabolit yang terkumpul dari darah. Akibatnya adalah gangguan keseimbangan elektrolit, asam basa, dan air. Gagal ginjal akut dan kronik. Hilangnya fungsi ginjal normal pada kedua gagal ginjal tersebut mengakibatkan ketidakmampuan tubuh mempertahankan homeostatis cairan, elektrolit, dan asam basa. Jika terjadi gagal ginjal kronik maka seiring dengan waktu terjadi sekuela lain akibat gangguan fungsional ginjal. Gejala yang timbul karena berkurangnya fungsi gijal secara kolektif disebut sinrom uremik. Fisiologi dan gangguan ginjal dibahas dalam entri yang terpisah. Sistem perkemihan (gangguan sistem perkemihan).

Gagal ginjal akut dan kronik berbeda. Gagal ginjal akut (CGA) didefinisikan sebagai hilangnya secara mendadak fungsi ginjal (renal) yang berpotensi pulih. Penyebab CGA dapat diklasifikasikan sebagai pra-renal, renal, dan pasca-renal.

ginjal-2

Berbedanya gagal ginjal akut dan kronik, Gagal ginjal kronik (CGK) adalah penurunan fungsi ginjal bersifat kronik dan irevisibel. Pasien CGK mungkin tidak memerlukan penggantian ginjal disertai terapi dialisis, tetapi pada gagal ginjal stadium akhir (CGSA), kegagalan mengganti fungsi ginjal mengakibatkan kematian.

Istilah dalam penggantian ginjal digunakan uuntuk menjelaskan terapi dialisis (hemodialisis, hemofiltrasi, dialisis peritoneum) dan transplantasi ginjal. Dialisis tidak dapat menggantikan fungsi normal ginjal secara penuh, dan maksimal hanya merupakan cara untuk mengurangi sebagian gejala. Terapi dialisis yang efektif harus disertai intervensi diet dan faramakologis, yang memerlukan tingkat kepatuhan yang tinggi dari pasien.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gagal Ginjal Akut

Gagal ginjal akut adalah sindrom klinis di mana ginjal tidak lagi mengekskresi produk-produk limbah metabolisme biasanya karena hipoperfusi ginjal.

Penyebab Gagal Ginjal Akut

Penyebab dibagi menjadi 3 kategori umum yaitu Prarenal, intrarenal, dan pascarenal. Identifikasi penyebab gagal ginjal akut dilakukan dengan mempelajari riwayat pasien serta kualitas dan kuantitas urine.

- Kegagalan Pra renal

Penyebab tersering gagal ginjal akut yang terjadi akibat keadaan yang tidak berkaitan dengan ginjal,tapi merusak ginjal dengan mempengaruhi aliran darah ginjal. Penyebab prarenal adalah segala yang menyebabkan penurunan tekanan darah sistemik parak yang menimbulkan syok seperti infark miokardium, reaksi anfilaktik, kehilangan darah yang banyak, luka bakar, sepsis (infeksi yang ditularkan melalui darah),

- Kegagalan Intrarenal

Jenis gagal ginjal yang terjadi akibat kerusakan primer jaringan ginjal itu sendiri. Banyak sekali yang menyebabnya diantaranya glomerulonefritis, pielonefritis, mioglobinuria.

- Kegagalan Pascarenal

Jenis gagal ginjal akut yang terjadi akibat kondisi yang mempengaruhi aliran urine keluar dari ginjal yang mencakup cedera atau penyakit ureter, kandung kemih atau uretra. Penyebab kegagalan pasca renal yang sering ditemukan adalah obstruksi. Obstruksi dapat terjadi sebagai respon terhadap banyak faktor yang tidak diobati seperti tumor, infeksi berulang, heperplasia prostat, atau kandung kemih neurigenetik

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penanganan Gagal Ginjal Akut

Kidney Disease Improving Global Outcome (KDIGO) memberikan sebuah tabel yang membagikan terapi AKI (Acute Kidney Injury) atau Gagal Ginjal Akut berdasarkan beberapa tahapan. Tahapan itu dimulai dari yang high risk dimana dalam kondisi ini dokter biasanya akan menghindari agent nefrotoksik, kemudian dengan ia juga akan mempertahankan status volume cairan  dan tekanan perfusi, menghindari gangguan keseimbangan elektrolit dan asidosis metabolik, memonitor keratinin serum dan urine, menghindari hiperglisemia serta mempertimbangkan alternatif prosedur radiokontras yang dapat memperberat kondisi pasien.

Sedangkan pada tahap 1, KDIGO sudah melakukan beberapa pertimbangan diagnostik dengan non invasif, pertimbangan melakukan prosedur invasif, bila memang sangat diperlukan pasien. Sementara pada AKI tahap 2, KDIGO sudah mulai mempertimbangkan perubahan dosis obat dan melakukan terapi pengganti ginjal.

KDIGO juga merekomendasikan untuk melakukan pencegahan progresifitas dari AKI dengan menggunakan lebih banyak kristaloid di bandingkan kaloid pada kasus-kasus tertentu, misalnya AKI tanpa adanya syok hemoiragik, menggunakan vasopresosor + cairan pada pasien dengan syok vasomotor dengan resiko AKI, menggunakan protokol hemodinamik dan oksigensi untuk mencegah proresifitas AKI pada pasien dengan resiko  tinggi baik pre maupun intra operativ. Dan juga yang menarik, dokter harue mempertahankan gula darah plasma pada 110-149 mg/ dl dengan menggunakan insulin, mempertahankan intake sebesar 20-30 kcal/kg/hari pada pasien dengan AKI semua tahap, serta tidak merestriksi protei dengan tujuan mencegah atau menunda inisiasi TPG.

Berbicara mengenai penanganan AKI, seorang dokter umumnya tidak akan lepas dari penaganan AKI secara konservatif dulu. Tujuan terapi konservatif pada pasien AKI bukan menyembuhkan penyakitnya, tetapi bertujuan untuk mencegah progresifitas penurunan fungsi ginjal seorang pasien. Meringankan keluhan akibat akumulasi toksin azotemia, mempertahankan dan memperbaiki metabolisme secara optimal dan memelihara keseimbangan elektrolit cairan dan asam basa. Terapi konservatif yang sekarang dilakukan dokter, belum ad ayang baru, hanya berkutat untuk mengatasi kelenihan cairan intravaskuler, mengatasi hiponatremia, mengatasi hiperkalemia dan mengatasi asidosis metabolik.

Terapi AKI berdasarkan beberapa tahapan. Tahapan itu dimulai dari yang high risk, dimana dalam kondisi ini dokter biasanya akan menghindari agent nefrotoksik, kemudian dengan ia juga akan mempertahankan status volume cairan dan tekanan perfusi, menghindari gangguan keseimbangan elektrolit dan asidosis metabolik, memonitor keratinin serum dan urine, menghindari hiperglisemia serta mempertimbangka alternatif prosedur radiokontras yang dapat memperberat kondisi pasien.

 

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gangguan Ginjal Akut

Gagal ginjal adalah kondisi dimana ginjal gagal berfungsi dan fungsinya hanya 15% dari yang seharusnya. Acute Kidney Injury (AKI) adalah suatu keadaan dimana fungsi ginjal mengalami penurunan secara akut atau dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan. Kondisi ini biasanya ditandai dengan beberapa kondisi seperti berkurangnya volume urine dalam waktu 24 jam, dan terjadi peningkatan nilai ureum dan kertainin serta terjadinya oenurunan nilai ceratinin clearence test (CCT).

AKI atau gagal ginjal akut merupakan penyakit yang sering trejadi komplikasi pada penderita-penderita dengan penyakit berat, seperti pasca operasi, trauma dan juga nefrotoksik suatu zat atau obat.

AKI memiliki spektrum yang beragam dengan di mulainya penurunan jumlah urin sampai dengan komplikasi yang mengancam jiwa seperti udema paru, asidosis metabolik, hiperkalemia, maupun komplikasi uremik berupa perikarditis, dan pendarahan.

Meski AKI muncul dengan spektrum paling ringan, ia selanjutnya akan berdampak klinis yang nyata termasuk diantaranya meningkatkan mortalitas penderitanya, bahkan angkanya mencapai 70-80%. Sehingga diperlukan suatu cara yang tepat dalam pengelolaan AKI tersebut.

AKI merupakan salah satu dari sejumlah acute kidney disease yang bisa terjadi baik dengan atau tanpa acute atau chronic kidney disorder lain. Meski sampai saat ini definisi dari AKI masih bersandar pada jumlah kreatinindan juga urine. Tetapi dalam beberapa tahun ke depan, parameter atau biomaker yang dipakai akan semakin berkembang.

Pada kondisi yang ekstrem AKI juga bisa menyebabkan anuria, dimana urine sama sekali tidak di produksi. Sementara kondisi lain, atau chronic kidney disease (CKD) terjadi dalam kurun waktu lebih dari 3 bulan.

Terjadinya AKI maupun CKD dapat menyebabkan terjadinya kelebihan cairan tubuh dan tertimbunnya toksin (ureum dan kreatinin) secara berlebihan, dimana kondisi ini ditandai dengan terjadinya peningkatan nilai ureum dan kreatinin, juga ditandai dengan menurunnya CCT yang menggambarkan turunnya fungsi filtrasi ginjal.

 

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Diet Gagal Ginjal

Dalam mengobati penyakit gagal ginjal akut sebenarnya bukan lah hal yang sulit untuk dilakukan, kita dapat melakukan upaya pencegahan dan pengobatan dengan menerapkan pola kehidupan yang sehat, teratur dan seimbang mulai dari asuhan pola makan, gaya hidup, kebiasaan keseharaian yang dilakukan, olahraga dsb sebagai penunjang pemeliharaan kesehatan.

Meski upaya pencegahan dan pengobatan yang dapat dilakukan sendiri hanya untuk meringankan, mencegah dan mengobati ginjal yang rusak dengan mempertahankan tingkat hidrasi (asupan cairan).

Cara yang mungkin dapat dilakukan adalah dengan mengatur pola diet terhadap asupan makanan yang baik untuk menjaga agar tubuh dan ginjal yang rusak tidak semakin parah. Dengan mengatur pola diet terhadap makanan dapat dijadikan salah satu upaya yang cukup efektif.

Berikut ini pola diet yang dapat dilakukan sebagai salah satu upaya dalam pengobatan gagal ginjal akut, diantaranya :

1. Menjalani program diet bukan berarti membatasi atau mengurangi makanan yang kita konsumsi, diet yang dilakukan adalah diet sehat dengan tetap memperhatikan kebutuhan tubuh akan sumber nutrisi, gizi dan lainnya. Diet hanya untuk mengatur pola makan dan mengatur asupan komponen gizi untuk menyeimbangkan tubuh. Untuk penderita gagal ginjal akut harus memperhatikan jenis perawatan yang dijalani dengan menyeimbangkan jumlah dan jenis nutrisi yang harus disesuaikan dengan penyebab gagal ginjal akut misalnya seperti gagal ginjal yang disebabkan karena trauma, luka bakar, infeksi dan penyebab lainnya.

2. Dengan memperhatikan asupan energi yang cukup untuk dapat tetap memenuhi kebutuhan tubuh. Anjuran dosis energi yang dibutuhkan oleh seseorang yang menderita gagal ginjal akut adalah 30-40 kkal/kg berat badan. Kebutuhan energi diperlukan bagi beberapa orang yang menderita gagal ginjal akut yang mengalami stress hingga menguras energi secara berlebihan.

3. Tubuh seorang penderita gagal ginjal akut tetap membutuhkan asupan komponen gizi, lemak, karbohidrat ringan dan protein. Namun takarannya harus disesuaikan dengan kebutuhan secara seimbang. Mereka yang menjalani pengobatan gagal ginjal akut dengan cuci darah yang mungkin dilakukan setiap 1 minggu, 2 minggu atau 1 bulan sekali pastinya membutuhkan komponen gizi untuk tepat menjaga kesehatan tubuh agar tidak kekurangan cairan dan energi.

4. Untuk mereka yang mengalami gagal ginjal akut namun tidak melakukan cuci darah, maka asupan protein sekitar 0,6 gram diukur dari per kilogram berat badan (kg).

5. Hal sebaliknya, jika seseorang yang menderita gagal ginjal akut dengan rutin melakukan cuci darah, maka asupan protein harus ditambah menjadi 1,0 – 1,4 gr/kg berat badan.

6. Beberapa penderita gagal ginjal akut ada yang mengalami oliguria atau berkurang jumlah (volume) air kemih, maka disarankan untuk memenuhi dengan takaran yang tepat terhadap asupan garam natrium sekitar 1000-2000 mg dan potasium maksimal sekitar 1000 mg per hari.

7. Beberapa penderita gagal ginjal akut, mungkin ada yang mengalami diare dan muntah. Oleh karenanya jumlah cairan tubuh harus teteap selalu diperhatikan agar cairan tubuh tetap terjaga secara optimal.

Asupan protein, karbohidrat dan komponen gizi lainnya dapat dipenuhi dan bersumber dari beberapa jenis makanan yang terdapat pada tempe, tahu, sayur mayur, buah-buahan segar, dan tentunya ditunjang dengan suplemen herbal yang aman sebagai penunjang dalam memelihara kesehatan tubuh. Gejala atau penyebab dari gagal ginjal itu dapat diatasi dan ditangani dengan disiplin terhadap asuhan pola makan, gaya hidup dan kebiasaan yang sehat.

Pengobatan gagal ginjal akut, sama seperti perawatan lainnya, membutuhkan kerjasama dan disiplin pasien yang dibantu oleh tim kesehatan dan anggota keluarga.

Posted in Gagal Ginjal Akut, Penyebab Gagal Ginjal Akut | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Ciri-Ciri Gagal Ginjal Akut

Gagal ginjal akut merupakan suatu gangguan atau tahapan dari gagal ginjal biasanya, dimana keadaan ginjal sudah semakin kritis atau kronis yang ditandai dengan terjadinya kemunduran yang cepat dari kemampuan fungsi ginjal yang sebenarnya sebagai organ yang membersihkan darah dari sisa-sisa metabolisme tubuh, dari racun yang menyebabkan penimbunan kotoran metabolik yang tidak lagi berfungsi terendap didalam darah.

Penyebab dari gagal ginjal akut seperti berkurangnya jumlah aliran darah ke ginjal, terjadi penyempitan atau sumbatan pada saluran kandung kemih setelah melewati ginjal, efek samping dari penyakit terdahulu sebelum ginjal namun berefek langsung pada ginjal, trauma pasca operasi ginjal sebelumnya dan penyebab lainnya yang membuat ginjal mengalami kerusakan dan infeksi sehingga memperburuk kondisi ginjal.

Namun penyebab utama dari gagal ginjal akut adalah berkurangnya volume darah dalam ginjal akibat dari perdarahan hebat, dehidrasi atau cedera fisik yang mengakibatkan penyumbatan darah pada pembuluh darah, fungsi jantung yang semakin menurun dalam memompa darah dan oksigen ke seluruh jaringan tubuh (gagal jantung), tekanan darah yang rendah dalam keadaan yang kritis (terjadi syok berat), penyakit kegagalan hati (sindroma hepatorenalis), terjadi penyumbatan darah pada bagian prostat yang umumnya terjadi pada pria sehingga menyumbat aliran air kemih, adanya tumor yang terdapat pada saluran kandung kemih, adanya zat-zat beracun yang tak terbuang oleh ginjal, terjadi penyumbatan arteri pada pembuluh vena di ginjal, dll.

Ciri-ciri mereka yang terdiagnosis gagal ginjal akut akan menimbulkan ciri atau gejala yang mudah dikenali seperti :

- Berkurangnya produksi air kemih (oliguria=volume air kemih berkurang atau anuria=sama sekali tidak terbentuk air kemih)
- Nokturia (berkemih di malam hari)
- Pembengkakan tungkai, kaki atau pergelangan kaki
- Pembengkakan yang menyeluruh (karena terjadi penimbunan cairan)
- Berkurangnya rasa, terutama di tangan atau kaki
- Perubahan mental atau suasana hati
- Kejang
- Tremor tangan
- Mual, muntah

Gejala atau ciri pada mereka yang terkena gagal ginjal akut seperti gejala yang disebutkan diatas semua itu tergantung dari berat dan penyebabnya dari gagal ginjal awal yang dirasakan. Gejala-gejala yang tampak diatas memang tidak selalu berhubungan dengan ginjal, namun gejala diatas dapat dijadikan suatu landasan dari penyakit ginjal yang terganggu.

Seseorang yang divonis gagal ginjal akut kemudian akan menunjukkan gejala tubuh seperti mengalami demam tinggi, syok berat akibat tekanan darah tinggi diatas normal, kegagalan jantung dan kegagalan hati, bisa terjadi sebelum kegagalan ginjal dan bisa lebih serius dibandingkan gejala gagal ginjal.

Gejala dan penyebab dari gagal ginjal akut ini memberi pengaruh pada organ tubuh lain, seperti :

1. Granulomatosis Wegener, yang menyebabkan kerusakan pembuluh darah di ginjal, juga menyebabkan kerusakan pembuluh darah di paru-paru, sehingga penderita mengalami batuk darah.

2. Ruam kulit merupakan gejala khas untuk beberapa penyebab gagal ginjal akut, yaitu poliarteritis, lupus eritematosus sistemik dan beberapa obat yang bersifat racun.

3. Hidronefrosis bisa menyebabkan gagal ginjal akut karena adanya penyumbatan aliran kemih.

4. Arus balik dari kemih di dalam ginjal menyebabkan daerah pengumpul kemih di ginjal (pelvis renalis) teregang, sehingga timbul nyeri kram (bisa ringan atau sangat hebat) pada sisi yang terkena.

Sebagian besar orang yang mengalami penyakit gagal ginjal akut akan mengalami, air kemih yang bercampur dengan darah. Keadaan ini terjadi sekitar 10 % dari penderita gagal ginjal akut.

Posted in Gagal Ginjal Akut, Penyebab Gagal Ginjal Akut | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Gagal Ginjal Akut

Penyakit gagal ginjal akut adalah suatu kondisi klinis dimana yang ditandai hilangnya fungsi dan kemampuan ginjal yang tidak lagi mampu mempertahankan homeostatis tubuh akibat terjadinya peningkatan hasil metabolit tubuh seperti kadar ureum darah 10-20 mg/dl dan kadar kreaatinin darah 0,5 mg/dL per hari.

Gambar gagal ginjal akut

Penyebab gagal ginjal akut ditandai oleh banyak faktor seperti :

1. Kondisi prerenal (hipoperfusi ginjal)

Kondisi ini terjadi karena adanya penurunan pada jumlah atau kehilangan banyak cairan melalui saluran gastrointestinal, vasodilatasi(sepsis atau anafilaksis), dan gangguan fungsi jantung (infark miokardium, gagal jantung kongestif, atau syok kardiogenik).

2. Penyebab intrarenal (kerusakan actual jaringan ginjal)

Jika terjadi kerusakan pada jaringan ginjal, makan ginjal seperti terbakar yang dapat pula diakibatkan oleh cedera akibat benturan, infeksi ginjal dan nefrotoksisitas dapat menyebabkan nekrosis tubulus akut (ATN) dan berhentinya fungsi renal.

Akibat adanya benturan dan ginjal merasa terbakar akan menyebabkan pelepasan hmeoglobin dan miolobin (protein yang dilepasakan dari otot ketika terjadi cedera), sehingga terjadi toksik renal, iskemik atau keduanya. Reaksi tranfusi yang parah juga menyebabkan gagal intrarenal, hemoglobin dilepaskan melalui mekanisme hemolisis melewati membran glomerulus dan terkonsentrasi di tubulus ginjal menjadi faktor pencetus terbentuknya hemoglobin.

3. Pasca renal

Pasca renal in terjadi akibat dari obstruksi di bagian distal ginjal conth terjadi kerusakan atau gangguan yang cukup parah pada batu saluran kemih. Tekanan yang terjadi di tubulus ginjal ini akan semakin meningkat yang akhirnya akan melaju pada filtrasi glomerulus yang meningkat.

Pada pasca renal ini terjadi melalui beberapa fase atau tingkatan, diantaranya :

1. Fase pertama , ketika terjadi pada periode awal yang diakhiri dengan terjadinya oliguria. Oliguria yakni volume urine yang kurang dari 400 ml/24 jam.

2. Fase kedua, periode dari oliguria yang disertai dengan adanya peningkatan konsentrasi serum dari substansi yang biasanya diekresikan oleh ginjal (urea, kreatinin, asam urat dan kation intraseluler-kalium dan magnesium). Jumlah urin minimal yang diperlukan untuk membersihkan produk sampah normal tubuh adalah 400 ml. Pada tahap ini gejala uremik untuk pertama kalinya muncul, dan kondisi yang mengancam jiwa seperti hiperkalemia terjadi.

Pada banyak pasien hal ini dapat merupakan penurunan fungsi ginjal disertai kenaikan retensi nitrogen namun pasien masih mengekskresikan urine sebanyak 2 liter atau lebih setiap hari. Hal ini merupakan bentuk nonoligurik dari gagal ginjal dan terjadi terutama setelah antibiotic nefrotoksik diberikan kepada pasien, dapat juga terjadi pada kondisi terbakar, cedera traumtaik dan penggunaan anestesi halogen.

3. Fase ketiga, periode diuresis, pasien menunjukkan peningkatan jumlah urine secara bertahap, disertai tanda perbaikan glomerulus. Nilai laboratorium berhenti meningkat dan akhirnya menurun. Meskipun saluran urine mencapai kadar normal atau meningkat, fungsi renal masih dianggap normal. Tanda uremik mungkin masih ada, sehingga penatalaksanaan medis dan keperawatan masih diperlukan.

4. Fase keempat, periode penyembuhan merupakan tanda perbaikan fungsi ginjal dan berlangsung selama 3 sampai 12 bulan. Nilai laboratorium akan kembali normal. Meskipun terdapat reduksi laju filtrasi glomerulus permanent sekitar 1% sampai 3%, tetapi hal ini secara klinis tidak signifikan.

Posted in Gagal Ginjal Akut, Penyebab Gagal Ginjal Akut | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment